Rabu, 28 Oktober 2015

Contoh Cerita Pendek

Sandal Baru


          Di pasar adiknya Eka merengek ingin mendapatkan sandal baru. Sandal adiknya memang telah benar-benar robek dan tidak berbentuk. Adik Eka bernama Rina, yang usianya 5 tahun. Eka sangat sayang dengan adiknya, karena itu adalah adik satu-satunya. Eka dari keluarga yang tidak mampu, ayahnya hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya adalah tukang cuci di desanya.
 "Mbak belika sandal yang warnanya pink itu dong, kelihatannya bagus sekali," pinta Rina sambil ingin menangis.
"Mbak tidak punya uang, Rin. Uang ini saja hanya akan digunakan membeli sayuran saja, "jawab Eka pada adiknya.
          Meskipun tidak dituruti, Rina tetap menerima. Anak itu sudah mengerti bahwa hidup mereka sulit, untuk makan saja sudah kesulitan apalagi untuk membeli sandal.
          Setelah dari pasar membeli sayuran Eka kembali ke dalam rumahnya yang seperti gubuk tapi masih tetap terlihat rapi, karena Eka orang yang rajin dan patuh. Rumahnya dari anyaman bambu dan atapnya telah rapuh dimakan rayap, tapi depan rumahnya banyak bunga yang mekar.
          Meskipun keluarga Eka tidak mampu, tapi ayahnya ingin Eka menjadi sukses dan ingin menyekolahkannya sampai perguruan tinggi. Ayahnya tidak kecewa karena Eka termasuk siswa yang pintar di sekolah. Malamnya saat Eka akan belajar dan ayahnya akan kembali ke pekerjaannya.
"Ka, kamu harus menjadi orang yang berguna dan melebihi ayah yang hanya menjadi buruh bangunan," kata ayahnya Eka.
"Ya Pak, aku akan berusaha"
          Di pagi hari yang dingin Eka sudah bangun dan mempersiapkan sepeda yang akan digunakan ke sekolah. Eka berangkat pagi karena Eka ingin mengikuti lomba Cerdas Cermat yang diadakan SMA.Setalah Eka berpamitan dengan orang tuanya.
 "Pak, Bu, aku ingin berangkat dulu. Mudah-mudahan, saya bisa menjadi pemenang dalam lomba agar bias pergi membeli sandal untuk Rina, "Pamit Eka sambil menjabat jabat tangan orang tuanya.
"Ya, Amin. Hati-hati ya nak, "kata ayahnya.
"Mbak, nanti beli sandal ya?" Adiknya yang senang karena tahu akan dibelikan sandal.
          Setelah tiba di Sekolah Eka snagat gugup karena sudah ramai dan ada peserta dari sekolah lain. Sekolah juga dipasangi spanduk yang warna-warni, dinding sekolah telah dicat warna oranye yang bagus.
          Perlombaan Eka bisa menjawab pertanyaan yang dibacakan juri dengan benar. Ini waktunya pengumuman juara, ternyata yang mendapatkan juara 1 adalah Eka. Eka langsung menerima piala serta amplop yang berisi piagam ditambah uang pembinaan. Dia kembali ke rumahnya dengan gembira sambil mengendarai sepedanya.
" Assalamualaikum. Bu, Pak. "
"Wa'alaikum salam, ada apa, Ka?" Tanya ibu Eka.
"Ibu, aku menerima juara 1 dan Rina akan memiliki sandal baru."
" Alhamdulilah, Ka. Anak Ibu memang benar-benar cerdas.Ibu semakin saying kepadamu." Kata ibu dengan senang dan bangga.
           Pada sore hari, setelah berganti pakaian Eka mengajak adiknya ke Pasar membeli sandal baru.
"Beli sandal warna apa Rin?" Tanya adiknya ke Eka.
"Warna merah muda Mbak!"
          Eka langsung membeli sandal yang diinginkan adiknya.  Didalam hati Eka Lega karena bias menuruti keinginan adiknya dengan jerih payahnya sendiri.
"Terima kasih ya mbak.”

Hati Eka sangat senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar